syurgaku – pak tua daun singkong

hari ini, setelah penantianku beberapa minggu akhirnya datang juga, “pak tua daun singkong”. meskipun sudah lama aku mengenalnya tapi aku tidak tahu namanya, yg kutahu cuman beberapa hal, renta, miskin, kumuh dan tdk bisa berbahasa Indonesia. konon kata satpam kompleks-ku rumahnya disebalik gunung belakang kompleks. “busyet ternyata jauh benar” nggak kebayang capek-nya jalan menyusuri sawah dan batu terjal ber-kilo2meter hanya utk sekedar menjajakan beberapa ikat daun singkong yg harganya tak lebih dari 10rb semuanya. kadang2 kulihat dia bawa ubi-ketela yg kalau direbus kenyal2 (“ngganyong” kata orang jawa), kadang2 bawa kacang tanah mentah yg kalau direbus keras digigit, tapi bagiku tak apalah kadang2 istriku beli juga.

aku dengar dr istriku kalau bpk ini sering maksa2 spy jualannya dibeli, bahkan di tetangga sebelah sampai berani masuk ke dapur buka2 isi lemari. “menjengkelkan” kata istriku menirukan omongan tetanggaku. istriku pun sebenarnya ikut jengkel juga dg bpk ini. aku mencoba meredakan kejengkelan istriku dg bilang bahwa itu dia jalani karena terpaksa kalau tdk begitu jualannya gak laku, dan kadang2 aku terpikir bpk ini pasti pernah perutnya hanya terisi daun singkong dagangannya selama beberapa hari krn tdk laku. menyedihkan sekali …

sejak pertama aku mengenal bpk itu tidak tahu kenapa aku punya pandangan lain dg istriku, bahkan aku pernah sempatkan tanya ke istriku “kok pak daun singkong lama gak keliatan ma?” aku khawatir jangan2 dia mati kelaparan, atau jatuh di jurang saat mau turun dr lereng gunung, atau dimakan harimau??? (waaakss!!!). yg kutakutkan jika dia mati karena kelaparan, aku pasti turut berdosa,… pasti!!! dan Alloh pasti marah besar kpd kami sekompleks.

bulan lalu saat aku menghadiri dzikir bersama di salah satu pesantren milik ustadz pembimbing haji-ku, penceramah yg diundang dari jakarta waktu itu benar2 menyentuh nurani, salah satu yg dikatakannya adalah jalan syurga bagi masing2 orang berbeda2, contoh kalau seorang pedagang jalan syurganya adalah “kejujuran”, seorang pemimpin jalan syurganya adalah “adil”, orang kaya jalan syurganya adalah “sedekah”, ustadz jalan syurganya adalah “ikhlas” dll. jadi apabila orang miskin tdk bersedekah itu sdh sewajarnya krn dia akan menjadi jalan syurga bagi orang2 yg mampu. nah mungkin dari sinilah pak tua daun singkong ini dikirim oleh Alloh ke kompleksku spy menjadi jalan syurga bagi kami penghuni kompleks yg menyadarinya, semoga amiin …

Tinggalkan Balasan