ekonomi

Ketika Fundamental Ekonomi digerakkan oleh Pasar Modal

Saya bukanlah ekonom dan bukan pula pengamat ekonomi. Saya hanyalah orang yang terusik dg kenyataan bahwa semakin banyaknya pengangguran, semakin merebaknya kemiskinan. Sementara perilaku masyarakat yg semakin konsumtif telah benar2 menjadi mangsa empuk bagi para pemegang modal dan telah membawa negeri ini ke keterpurukan multidimensi.

Saya melihat adanya kealpaan massal dari para penentu kebijakan negeri ini di dalam membangun struktur pondasi ekonomi bagi masyarakat. Indeks Saham kita yg cenderung menguat bukan karena daya saing produk kita yg lbh baik, tetapi lbh karena Indonesia dipandang sbg emerging market di asia sdgkan di amerika masih terbayang2 oleh isyu berlanjutnya krisis finansial shg memicu terjadinya kapital inflow ke negri kita. Sdgkan negri kita mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di asia yg juga didukung oleh tingginya suku bunga simpanan shg menambah daya tarik bagi investor asing , seakan2 negri kita ini menjadi terlihat sangat lezat dimata mereka.

Memang IHSG menguat, saham2 rebound, perusahaan2 kembali menggeliat krn mendapat suntikan modal segar, tetapi ingat daya saing produk asli indonesia masih lemah. Ditambah dg ratifikasi CAFTA sejak Januari 2010, bersiaplah kita mati pelan2, memang harga barang2 akan turun tetapi jika perusahaan2 kita bangkrut karena produknya kalah bersaing, maka pengangguran akan bertambah krn PHK dan akhirnya daya beli pun akan turun. Tdk ada gunanya harga barang2 murah kalau daya beli tidak ada.

Sementara setelah industri kita kolaps, barang2 produk luar negeri tak ada saingan dr dalam negeri dan mereka bisa leluasa menaikkan harga produknya. Akhirnya kita lah yg jadi korban.

Saya melihat konsentrasi para ekonom kita hanya cenderung melihat dr sisi makro ekonomi saja, tetapi tdk berupaya meningkatkan daya saing produk kita bahkan utk pasar dlm negri sendiri saja produk kita tdk bisa bersaing. Padahal pemerintah bisa membuat langkah2 proteksi thd produk2 andalan negeri kita. Pemerintah hanya concern dg cadangan devisa, IHSG, kurs Rp., inflasi, suku bunga BI, neraca perdagangan. Bagaimana dg pertumbuhan ekspor produk asli negri kita?, bagaimana dg program pemberdayaan UKM?, seberapa meningkat produktifitas rakyat kita?, bagaimana ketahanan pangan kita? Tdk ada gunanya parameter2 makroekonomi yg bagus jika tdk didukung dg hal mendasar tadi, parameter itu hanyalah semu, rapuh dan sementara saja. Kita pasti akan ketakutan luar biasa jika terjadi kapital ouflow. Jika itu terjadi maka kiamat di negeri kita akan datang lebih awal.

Inilah jika fundamental ekonomi digerakkan oleh pasar modal.

Sent From My HookyBerry®

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.