ekonomi, Listrik, PLN, Umum

PLN di persimpangan jalan …

Saya ingin mencoba melihat PLN dari sudut pandang yg sedikit berbeda dari sudut pandang umum. Saya ingin memulainya dari beberapa pertanyaan berikut :

  1. Sejauh yg saya tahu, sampai saat ini PLN masih mengemban 2 misi, yakni misi Keuntungan, dan misi Sosial. Sebuah gabungan misi yg aneh yg sebetulnya tidak masuk akal untuk bisa dipersatukan. Oke-lah misi Sosial PLN masih di dukung dg dana APBN untuk investasi-nya tetapi bagaimana dg biaya operasionalnya bagi misi ini?  Sanggupkah pemerintah mensubsidi semuanya? Kalau tidak sanggup saya kira tidak fair jika Pemerintah meminta PLN tetap untung.
  2. Saya kira rumus kegiatan jual beli yg menguntungkan adalah amat sederhana, Pendapatan – Pengeluaran = Keuntungan,  konsep “early win” yg sdh lama dikenal ini selalu memaksa PLN utk mengurangi Pengeluaran, itulah yg saya pikir juga sedang dilakukan oleh PLN selama ini. Ini bisa berhasil hanya dg dukungan penuh pemerintah, semisal : memprioritaskan kebutuhan pasar domestik bahan bakar batubara dan gas terlebih dahulu baru kemudian menjualnya ke luar. Pertanyaannya adalah, bisakah Pemerintah melakukan itu? Kalau Pemerintah saja tidak bisa, apakah PLN bisa? Coba kita mulai dari hal yg kecil semisal : meminta royalti batubara yg selama ini berbentuk uang menjadi berbentuk batubara, dan biarkan PLN dan Pabrik Semen membeli sesuai kemampuan maksimalnya shg mereka tetap memiliki margin keuntungan.

Kami percaya bahwa persoalan batubara ini jika nanti selesai semua proyek 10.000 MW Tahap 1 akan menjadi persoalan yg sangat rumit bukan hanya di PLN tetapi juga bagi negeri kita, dg beberapa alasan berikut :

  1. Jumlah kebutuhan batubara PLN yg akan naik menjadi lebih dari 2 kali lipat, dari 30juta Ton menjadi 70juta Ton per tahun hanya dlm waktu 2 s/d 3 tahun ke depan. Fantastis !!!
  2. Pemerintah tidak memiliki kendali terhadap perusahaan tambang batubara di Indonesia. Saya gembira membaca berita bahwa mulai tahun 2012, pasar domestik batubara akan didahulukan, sekali lagi saya gembira walaupun itu seharusnya sdh dilakukan sejak 40 tahun yg lalu. Kita lihat apakah pemerintah mampu mengendalikannya ….
  3. Harga pasar domestik yag tidak workable.  Sebagaimana kita ketahui bahwa pasar domestik batubara didominasi oleh PLN dan pabrik semen. PLN tidak mungkin mengikuti harga pasar karena akan bermasalah mengenai akuntabilitas finansialnya. Owner estimate PLN akan selalu mengacu kepada kriteria cost plus dg beberapa justifikasi harga yg bersifat normatif, semisal deviasi spek, coal index, harga BBM, kurs $, inflasi dll. Tentunya ini akan menjadikan harga pasar domestik tidak menarik bagi perusahaan tambang batubara.

Tentunya di sini diharapkan kearifan pemerintah di dalam menentukan standar harga pasar domestik batubara yang sebentar lagi akan diterbitkan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.